Jumat, 27 Oktober 2017

Wali Kota Makassar Danny Pomanto bersama Kepala Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso, Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat, dan Kepala OJK Sulampua Indarto Budi Utomo saat peluncuran aplikasi transaksi Non tunai




CAKRA|MAKASSAR

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menjelaskan berbagai manfaat ketika sistem pembayaran dilakukan secara non tunai. “Salah satunya, istri bisa mencegah suami kawin lagi,” kata Danny saat peluncuran aplikasi transaksi non tunai SP2D online, Cek DP ta’ di Hotel Aston, Rabu 25 Oktober 2017.

Candaan Wali Kota Danny ini bertujuan menjelaskan betapa pentingnya transaksi non tunai.Karena istri bisa mengontrol dan mengetahui kemana uang suaminya dibelanjakan.

Dalam mewujudkan visi Makassar menjadi kota dunia. Saat ini, Makassar telah meluncurkan berbagai produk kartu khusus pembayaran tunai. Seperti kartu pelajar untuk memantau transaksi anak sekolah dan makassar smart card untuk pegawai pemerintah Kota Makassar.

Tentunya “Produk ini harus kita manfaatkan dengan baik,” kata Danny.

Menurut Danny, kartu pelajar yang dikerjasamakan dengan Bank BNI bisa merekam jumlah uang yang dibelanjakan dan jenis makanan yang dimakan. Kartu ini harus digunakan di kantin smart. “Dengan kartu ini orang tua juga bisa mengetahui nilai ujian anak secara real time,” katanya.

“Ini adalah kartu pertama di dunia yang merekam data pribadi pemilik. Cara penggunaannya dengan menempelkan ke HP android,” kata Danny.

Menurut.Kepala Kantor Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan, mendukung program smart city Kota Makassar. “Program non tunai meminimalisir salah hitung, lebih cepat, mudah, dan menghindari fraud (penyelewengan),” kata Bambang.

Disamping itu Bank Indonesia mendorong agar semua wilayah Sulsel yang terdiri atas pegunungan dan kepulauan bisa menggunakan transaksi non tunai. “Jaringan telekomunikasi masih menjadi kendala perluasan layanan non tunai di Sulsel,” kata Bambang.

Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat mengatakan, Makassar adalah salah satu kota dari 12 daerah di Indonesia yang akan menjadi percontohan pembayaran non tunai. “Ini adalah upaya Makassar untuk transparan dalam transaksi keuangan,” kata Andi
(red/sari/andi)

Bank Sulselbar bersiap melakukan kolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel serta untuk mendorong pembinaan dan peningkatan UKM binaan IWAPI melalui capacity building khususnya pelaku UKM di Sulawesi Selatan

Foto : Foto Bersama


CAKRA|MAKASSAR

Bank Sulselbar bersiap melakukan kolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel serta untuk mendorong pembinaan dan peningkatan UKM binaan IWAPI melalui capacity building khususnya pelaku UKM di Sulawesi Selatan.

Menurut.Direktur Utama Bank Sulselbar A.M. Rahmat Alimuddin mengatakan pihaknya akan membuat program yang sustainable deng UKM binaan IWAPI dan APPMI agar UKM bisa memiliki pertumbuhan, sehingga mereka bisa naik kelas dari kecil ke menengah, ataupun dari menengah ke besar.

Oleh karena itu“ demi memajukan budaya sulsel dan peningkatan capacity building untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sulawesi Selatan, kami akan membuat program tersebut untuk mengembangkan UKM kita saat ini”, papar Rahmat saat acara penyerahan beasiswa kepada dua orang pemenang lomba desain fashion dan batik, pekan yang lalu di Bank Sulselbar jalan Sam Ratulangi Makassar.

Sementara Ketua IWAPI sekaligus APPMI Sulsel, Ida Noer Haris mengatakan pihaknya terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UKM sesuai dengan kebutuhan mereka. Langkah lain yang dilakukan adalah bekerja sama dengan para mitra usaha untuk memperluas pangsa pasar UKM serta mempertemukan UKM dengan pebisnis agar usaha mereka dipasarkan.

Disamping itu “Kami terus mendampingi dan memberikan pelatihan kepada mereka serta menjalin kerjasama  dan sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait,”papar perancang busana nasional ini.(red/sari)