![]() |
| Foto : Pulau Kec. Liukang Tangaya |
CAKRA|PANGKEP
Dalam
upaya memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat khususnya di Kecamatan
Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas yang
selama ini belum terjangkau arus komunikasi (telepon selular), dibutuhkan
perhatian khusus agar kedua wilayah tersebut dapat menikmati arus informasi seperti yang dirasakan
masyarakat yang berada diwilayah lain.
Hal
itu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengupayakan agar kedua
wilayah tersebut keluar dari keterisolasian yang dirasakan begitu lama. Hampir
72 tahun masyarakat dikedua wilayah tersebut menyuarakan agar wilayahnya dapat
dibangun tower yang akan membantu masyarakat untuk berinteraksi dengan dunia
luar. Akhirnya perjuangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dibawah
kepemimpinan Sahabat Rakyat H.Syamsuddin A. Hamid dan Syahban Sammana dapat
terwujud.
Bupati
Pangkep H.Syamsuddin A.Hamid, SE mengemukakan perjuangan yang dilakukan untuk
membantu masyarakat di kedua wilayah tersebut merupakan tantangan bagi dirinya
yang selama ini hanya sebatas mimpi. Akan tetapi ini merupakan tantangan bagi
dirinya untuk memberikan pelayanan yang optmal bagi warga di kedua wilayah
tersebut. Berbagai upaya yang dilakukan untuk meyakinkan investor
telekomunikasi untuk berinvestasi di kedua wilayah tersebut seakan mengalami
hambatan.
Dengan
tekad yang keras dan membara, dan
didukung dengan kemauan untuk memberikan yang terbaik bagi warga
masyarakat akhirnya penantian itu datang juga, dengan terbangunnya tower (BTS)
di Tangaya sebanyak 3 titik, Sapuka(ibu kota kecamatan), sabalana dan sumange serta 2 dikecamatan Liukang Kalmas yakni
Kalukalukuang (ibukota kecamatan) dan doang-doangan lompo).
Ini
tidak terlepas dari usaha Dinas Komunikasi dan Informatika yang begitu gigih
menyuarakan aspirasi masyarakat yang termasuk dalam kawasan 3 T (terluar, terdepan
dan tertinggal) yang selama ini menjadi tantangan akhirnya dikabulkan oleh
pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika RI.
Kepala
Bidang Hubungan Media Layanan Informasi dan Komunikasi H.Idcham Latief
menjelaskan selama kurang lebih 4 tahun kami berjuang untuk masyarakat pulau
yang selama ini, belum merasakan akses informasi (terhubung dunia luar)
akhirnya sekarang ini bisa menikmatinya.
pihaknya
tidak pernah merasa bosan untuk meminta dan memohon ke Kementrian Kominfo agar
warganya di pulau tersebut dapat dibantu pembangunan sarana komunikasi (BTS),
akan tetapi banyak kendala karena prioritas pembangunan BTS hanya diperuntukkan
bagi masyarakat terluar yang langsung berbatasan dengan negara, sementara Kab. Pangkep
terluar tapi tidak secara langsung berbatasan dengan negara.
“Dan
pada akhir tahun 2016 kami sudah mendapatkan informasi dari Kementian Kominfo
melalui BP3TI Kementrian Kominfo bahwa Kabupaten Pangkep akan menjadi salah satu daerah yang akan dibangunkan tower
untuk mengurai keterisolasian.” Tuturnya.
Ia
juga menambahkan,
“Kami bersyukur apa yang menjadi dambaan bagi
masyarakat pulau yang selama ini hanya khayalan akhirnya
menjadi kenyataan dan menjadi kado istimewa bagi kami sebagai OPD yang baru
seumur jagung dapat berbuat bagi masyarakat Pangkep.” Ujarnya.
(Idcham)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar