![]() |
| Foto : Suasana Pasca kebakaran |
Setelah
kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Allu, Kec. Bangkala-Barat, Kab.
Jeneponto yang hanguskan 4 (empat) rumah warga, Kebakaran
di area PLTU Punagaya Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang
dinaungi PT Bosowa terjadi di gedung conveyor batu bara yang berawal dari CR 3.
kini
peristiwa Naas kembali terjadi di Kab. Jeneponto.
Kali ini Puluhan rumah hangus terbakar di Kampung
Pajalaya, Desa Bungen, Kecamatan Batang, Jeneponto, Jumat (22/9/2017) sekitar
pukul 11.18 wita.
Menurut Bripka Arifuddin (Polsek Batang),
kebakaran ini bermula dari rumah Daeng Bundu (40) warga Pajalaya, Desa Bungen
namun karena Angin yang berhembus kencang akhirnya membuat api cepat membesar
dan merambat ke rumah lain.
“awalnya dari rumah Daeng Bundu kemudia merambat
ke rumah tetangganya, karena anging kencang jadiapinya cepat membesar.”
Pungkasnya.
Menurut salah satu warga desa bungeng berinisial
A, padatnya pemukiman warga didaerah tersebut mengakibatkan rawannya kebakaran
dan membuat api cepat merambat keruma-rumah.
“padat ki memang disini rumahnya masyarakat, jadi
berpotensi kebakaran missal, karena cepatki merambat kalo ada satu rumah yang
terbakar.” Ujarnya.
Ia menambahkan,
“kami dari keluarga korban tentunya berharap
adanya uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat kepada korban kebakaran.”
Harapnya.
Akibat kebakaran yang diduga karena arus pendek
ini, 23 rumah panggung warga bungeng ludes terbakar dan diperkirakan kerugian
mencapai milyaran rupiah. Api baru bisa dipadamkan setelah mobil
Damkar Jeneponto dan Bantaeng tiba di lokasi kejadian.
Nama-nama pemilik rumah yang terbakar antara
lain, Saebo dg Bundu, Sano, Cali, Asis Bella, Ancu, Andi Bintang, Mansur Bella,
Ramli Emba, Sunting, Lahadi Ningra, Badalu, H. Doman, H. Saleh, Ruga, Jufri
Siruwa, Junaeda Tino, Saharuddin situru, Sappara, H. Barani Rewa, Muh. Sa
Ranca, H.Ramasing Tompo, H. Itung, dan Hj. Dahlia dg Bombong.
(Reporter : Marwan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar